Saturday, December 23, 2006

Wisata gunung Bromo Probolinggo

Nikmati Pemandangan Spektakuler Pegunungan Bromo-Semeru, Jawa Timur
Apabila Anda berwisata ke Jawa Timur, sangat disayangkan jika tidak mengunjungi Kawasan Wisata Alam Taman Nasional Bromo " Semeru. Apalagi ditambah dengan kondisi udara yang masih segar, dingin dan alam pegunungan yang menawan.

Taman Nasional Bromo-Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian 2392 m dari permukaan laut.
Pegunungan Bromo-Semeru, merupakan pegunungan yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Kawasan wisata ini menjanjikan sebuah keindahan yang tak bisa anda temui di tempat lain. Dari puncak gunung berapi yang masih aktif ini, anda bisa menikmati hamparan lautan pasir seluas 10km persegi, dan menyaksikan kemegahan gunung Semeru yang menjulang menembus awan.

Anda juga bisa menatap indahnya matahari beranjak keluar dari peraduannya.
Selain menyaksikan keindahan panorama yang ditawarkan oleh Bromo-Semeru, apabila Anda datang di waktu yang tepat, maka Anda dapat menyaksikan Upacara Kesodo, yang diadakan oleh masyarakat Tengger. Upacara ini biasanya dimulai pada saat tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kesodo [ke-sepuluh] menurut penanggalan Jawa. Upacara Kesodo merupakan upacara untuk memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit, yaitu dengan cara mempersembahkan sesaji dengan melemparkannya ke kawah Gunung Bromo. Saat prosesi berlangsung, masyarakat Tengger lainnya beramai-ramai menuruni tebing kawah dan sesaji yang dilemparkan ke dalam kawah, sebagai perlambang berkah dari Yang Maha Kuasa.

Cara Mencapai Daerah Ini
Anda dapat mencapai daerah ini dengan menggunakan mobil pribadi ataupun menyewa kendaraan. Ada empat pintu gerbang utama untuk memasuki kawasan taman nasional ini yaitu: desa Cemorolawang jika melalui jalur Probolinggo, desa Wonokitri dengan jalur Pasuruan, desa Ngadas dari jalur Malang dan desa Burno adalah jalur Lumajang. Adapun rute yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut:

Pasuruan-Warung Dowo-Tosari-Wonokitri-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 71 km, Malang-Tumpang-Gubuk Klakah-Jemplang-Gunung Bromo menggunakan mobil dengan jarak 53 kmAtau dari Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan sekitar 83 km

Tempat Menginap
Berbagai hotel dan penginapan dapat ditemukan disekitar area Taman Nasional Bromo-Semeru, mulai dari losmen sampai dengan hotel berbintang 4 dapat di jadikan pilihan untuk menginap di Bromo. Rata rata setiap hotel memasang tarif yang terjangkau.

Tempat Bersantap
Agak sedikit sulit untuk menemukan tempat makan di area ini terutama pada malam hari. Akan tetapi, apabila Anda menginap di desa Wonokitri, sekitar 3 km ke bawah tepatnya di pasar Tosari dapat ditemui beberapa warung makanan yang buka dan menjajakan makanannya hingga pukul 9 malam.



Berkeliling
Anda dapat berkeliling ke sekitar areal Taman Nasional dengan menyewa kendaraan jenis jeep 4x4. Atau, jika hanya ingin berkeliling di sekitar area lautan pasir Bromo, Anda dapat menyewa kuda yang banyak tersedia disana.

Yang Dapat Anda Lihat Atau Lakukan
Adapun hal-hal lain yang dapat dilihat atau dilakukan di area ini adalah Anda dapat mengunjungi beberapa objek di bawah ini:

Cemorolawang. Salah satu pintu masuk menuju taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan laut pasir dan kawah Bromo, dan berkemah.

Laut Pasir Tengger dan Gunung Bromo. Berkuda dan mendaki gunung Bromo melalui tangga dan melihat matahari terbit.

Pananjakan. Melihat panorama alam gunung Bromo, gunung Batok dan gunung Semeru.

Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo dan Puncak Gunung Semeru. Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut ( 2.200 m. dpl) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 m. dpl).

Ranu Darungan. Berkemah, pengamatan satwa/ tumbuhan dan panorama alam yang menawan.

Buah Tangan
Anda dapat membeli oleh-oleh atau cinderamata di sekitar point area yang biasa digunakan untuk melihat matahari terbit. Di area ini banyak terdapat kios cinderamata yang menjajakan dagangan mereka seperti kaos atau t-shirt, topi kupluk, syal dan lainnya. Selain itu, di sekitar area laut pasir juga terdapat beberapa penjaja cinderamata yang menjual kaos atau t-shirt yang bertuliskan Gunung Bromo-Semeru.



Tips

Musim kunjungan terbaik adalah sekitar bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.

Perlu disiapkan kesehatan prima dan perbekalan penahan dari udara dingin seperti: baju hangat, penutup kepala, kaus tangan penahan udara dingin, serta bekal makanan-minuman secukupnya

Perlu diingat bahwa di puncak Penanjakan tidak ada pengginapan maka dari penginapan terdekat harus berangkat pagi-pagi sekitar pukul 03.00-04.00 pagi dini hari.

Mengingat sulitnya mencari makanan pada malam hari, akan lebih baik apabila Anda membeli persediaan makanan dan minuman sebagai bekal Anda.
t

 

Wisata pantai Di Probolinggo

PULAU GILI KETAPANG
Wisata Probolinggo, Gili Ketapang merupakan sebuah pulau yang indah terletak 5 Mil dilepas pantai utara Probolinggo atau 30 menit perjalanan naik perahu motor dari Pelabuhan Tanjung Tembaga. Dibagian timur dan selatan pulau membentang pantai pasir putih, lautnya belum tercemar nampak kebiru-biruan. Saat lautnya tenang, pengunjung bisa berenang dan menyelam melihat bunga karang yang indah dan ikan hias yang berwarna-warni. Pulau seluas 68 ha di huni 7.600 jiwa, sebagian besar warganya suku Madura dan hampir 90% menjadi nelayan yang menggantungkan hidupnya di laut.
Keunikan lain adalah kepercayaan masyarakat setempat tentang asal-usul nama “Gili Ketapang”, bahwa pulau ini memiliki tenaga gaib yang bergerak lamban ke tengah laut. Semula pulau ini menjadi satu dengan daratan Desa Ketapang. Ketika Gunung Semeru meletus terjadilah gempa bumi yang sangat dahsyat sehingga sebagian daratan Desa Ketapang terpisah ketengah laut sekitar 5 Mil dari Kota Probolinggo. Sebagian daratan menjadi sebuah pulau yang bergerak. Oleh sebab itu masyarakat setempat menyebut pulau tersebut dengan nama “Gili Ketapang” yang berasal dari bahasa Madura yang artinya “mengalir” sedangkan “Ketapang” adalah nama aPANTAI BENTAR INDAH

Wisata Probolinggo, Bentar Indah
adalah obyek wisata Pantai yang terletak di tepi jalan Surabaya Banyuwangi, Kecamatan Gending 7 Kilometer dari Kota Probolinggo, ke arah timur. Pantai Bentar sangat potensial mengingat lokasi merupakan lintasan wisata overland Jawa-Bali, bisa dikembangkan menjadi semacam resort. Di sekitar pantai direncanakan akan didirikan Hotel Terapung lengkap dengan fasilitas penunjang lainnya berupa water sport, sea aquarium, play ground, swimming pool, mangroves forest, fish pond dll. Apalagi di sepanjang perjalanan dari Surabaya-Bali hanya ada satu stop over bagi wisatawan, yaitu Pantai Pasir Putih (Situbondo). Makanya Bentar Indah dianggap cukup menjanjikan, khususnya bagi pengusaha restorant dan perhotelan.
Letaknya berada di tikungan jalan raya, berseberangan dengan bukit. Dari atas bukit, nampak lokasi Bentar Indah berada dibibir pantai dengan latar belakang pemandangan laut yang sangat indah. Disebelah timurnya terdapat hutan bakau yang diperluas untuk tambak tradisional untuk benih udang dan ikan laut. Wisatawan dapat memancing, dengan membayar sewa pemancingan. Dimasa mendatang rencananya perjalanan dari Probolinggo menuju Pulau Gili Ketapang akan dialihkan ke Pantai Bentar Indah. [hubpar@kabproolinggo.go.id]

 

Wisata Rembangan Jember

REMBANGAN

Wisata Rembangan yang terletak 12 km arah Utara Kota Jember merupakan obyek wisata pegunungan yang dilengkapi dengan pemandian, hotel dan agrowisata Kopi Kebun Rayap. Obyek wisata Rembangan ini mempunyai luas lahan 45,30 Ha denghan suhu udara antara 18 – 250 C dengan ketinggian ? 600 meter dari atas permukaan laut, merupakan lokasi wisata yang sangat sesuai untuk beristirahat, apalagi ditunjang dengan udara pegunungan yang sejuk dan panorama alamnya yang indah.
Wisatawan yang berkunjung ke Rembangan dapat menikmati teh jahe Rembangan dan pisang agung goreng keju Rembangan yang merupakan makanan khas Jember. Dengan fasilitas yang memadai, seminar dan lokakarya sering diadakan di obyek wisata ini. Wisatawan juga dapat mengunjungi Agrowisata Kebun Rayap yang merupakan Paket Wisata Rembangan.


• DAYA TARIK WISATA:
1. AGRO WISATA (Rembangan dan Perkebunan Rayap/ PTPN XII) dengan hasil perkebunan yaitu: kopi Arabika dan Robusta, pisang, durian dan pepaya.
2. Kolam renang terdiri dari dua unit (untuk dewasa dan anak – anak)
3. Panorama alam pegunungan
4. Perusahaan susu sapi rembangan

• FASILITAS
1. Jalan Aspal Hotmixed ke Lokasi
2. 2 Unit Kolam Renang
3. Hotel Kelas Melati – Kapasitas 27 Kamar
4. Aula Kapasitas 250 Orang
5. Restoran
6. Playground
7. Musholla
8. Areal Parkir yang luas
9. Lapangan Tenis
10. Gazebo
11. MCK
12. Shelter
13. Listrik / Air
14. Areal Perkemahan
15. Areal Sepeda Gunung dan berkuda

• HISTORIS
Wisata Rembangan merupakan peninggalan yang dibangun Belanda pada Tahun 1937 didirikan oleh Mr. Hofstide, bangunan asli dapat dilihat pada Restoran.


• TRANSPORTASI
dapat menggunakan segala jenis kendaraan
• TARIF TIKET

Dewasa Rp. 3.000,-

Anak-2 Rp. 2.000,-

Motor Rp. 500,-

Mobil Rp. 3.000,-

 

Pantai Watu Ulo Jember

PANTAI WATU ULO

Kearah selatan kota Jember di gugusan Samudera Indonesia terdapat pantai yang indah panorama alamnya yaitu Pantai Watu Ulo terletak ± 45 Km dari kota Jember. Untuk menuju ke Pantai watu Ulo bisa ditempuh dengan segala macam kendaraan. Disebut Watu Ulo karena di pantai itu ada sebuah batu panjang berbentuk ular (Jw. Ulo) dengan penuh sisik. Menurut cerita rakyat dikatakan bahwa pada jaman dahulu kala ada sebuah ular yang sedang bertapa di pantai itu. Setelah terkabul permohonannya kepada Yang Maha Kuasa maka berwujudlah ia menjadi sebuah batu yang persis seekor ular dengan kepalanya menjulur ke laut, sedang badannya berada di daratan.
Pada jaman pendudukan Jepang, pegunungan di sekitar Pantai Watu Ulo dijadikan benteng pertahanan dan pengintaian bala serdadu musuh yang mau menyusup daratan melalui pantai. Benteng Jepang yang berjumlah lima buah tersebut oleh masyarakat setempat disebut sebagai Goa Jepang dan merupakan salah satu lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Disamping Goa Jepang, di sebelah Watu Ulo ada sebuah Goa Lawa (Goa Kelelawar) yang dihuni ratusan ribu kelelawar. Goa ini bisa dimasuki oleh pengunjung dengan menyusuri dan melewati pantai berpasir. Karena tempatnya yang sunyi dari keramaian, goa ini sering dijadikan tempat bermeditasi bagi orang-orang tertentu, apalagi mengingat goa ini mempunyai kedalaman 100 m.



DAYA TARIK
 BATU ULAR merupakan batu memanjang di pesisir pantai yang sekilas mirip ular
 PANORAMA ALAM keindahan pantai dengan gugusan karang di tengah laut yangmerupakan ciri khas Pantai Watu Ulo
PEKAN RAYA WATU ULO diselenggarakan pada tiap 1 Syawal s/d 10 Ayawal (lebaran) yng merupakan acara tradisi dalam rangka memberikan hiburan untuk masyarakat
 LARUNG SESAJI PANTAI WATU ULO diselenggarakan pada tanggal 7 Syawal (hari Raya ketupat) dengan maksud sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki yang diberikan kepada para nelayan khususnya dan masyarakat Sumberrejo pada umumnya.



FASILITAS

- Playground (Taman Bermain)

- Camping Ground(Areal Berkemah)

- Souvenir Shop (Kios Souvernir)

- Warung Makanan Dan Minuman

- Kantor UPTD

- Musholla

- MCK

- Tempat Parkir

- Jalan Hotmixed

- Telepon Umum

- Listrik / Air

TRANSPORTASI
Dapat mengunakan segala jenis kendaraan ( roda dua dan empat) karena menuju lokasi beraspal hotmixed.
TIKET MASUK

Dewasa Rp. 3.000,-

Anak-2 Rp. 2.000,-

Motor Rp. 500,-

Mobil Rp. 3.000,-

 

Tempat Wisata Kulon Progo Jogyakarta

Sumber:Kulonprogo.Go.id

Kabupaten Kulon Progo memiliki aneka ragam Obyek dan Daya Tarik Wisata yang meliputi Obyek Wisata : Pantai, Goa, Tirta, Pegunungan, Tempat Ziarah, Tempat Satwa , Desa Kerajinan dan Daya Tarik Seni Budaya : Kesenian dan Upacara Adat, serta Peninggalan Sejarah Purbakala: Peninggalan Masa Prasejarah, Masa Hindu - Budha, Masa Islam, Masa Perjuangan.

A. Obyek wisataNo Jenis Obyek Wisata Nama Obyek Wisata Lokasi Keterangan

1 Pantai Pantai Glagah

Pantai Trisik

Pantai Congot

Pantai Buge Glagah, Temon

Banaran, Galur

Jangkaran, Temon

Bugel, Panjatan Alam Pantai, Olah Raga, Agrowisata, Perkemahan

Alam Pantai, Agrowisata, Belanja Ikan, Ritual

Alam Pantai, Perikanan Tambak

Alam Pantai, Agrowisata Sayuran

2 Goa Goa Kiskendo dan Sumitro
Goa Sriti
Goa Lanang- Wedok Jatimulyo, Girimulyo
purwoharjo, Samigaluh
Sendangsari, Pengasih Penelusuran Goa/Caving, Perkemahan
Alam Goa dan Sejarah Pengikut Pangeran Diponegoro
Caving/Petualangan Telusur Goa

3 Tirta Waduk Sermo
Taman Wisata Clereng
Klangon
Ancol
Pantok
Bantar
Hargowilis, Kokap
Sendangsari, Pengasih
Sungai Progo (Kec. Kalibawang)
Sungai Progo (Kec. Kalibawang)
Sungai Progo (Kec. Kalibawang)
Sungai Progo (Kec. Sentolo) Mancing, Restoran Apung, Keramba Ikan
pemandian Alam, Kolam Renang
Rafting/ArungJeram
Rafting/Arung
jeramRafting/Arung Jeram
Olah Raga Turun Tambang, Heritage Jembatan Lama

4 Pegunungan Puncak Suroloyo
Gunung Linggo - Bentar Gerbosari, Samigaluh
Pagerharjo, Samigaluh Alam Pegunungan , Perkebunan teh, Ritual 1 Suro
Alam Pegunungan, Treking, Wisata Pedesaan

5 Tempat Ziarah Sendangsono
Makam Nyi Ageng Serang
Makam Girigondo Banjaroya, Kalibawang
banjarharjo, Kalibawang
Kaligintung, Temon Lourdess ziarah umat Katholik
Makam Pahlawan Nasional Wanita
Makam Keluarga Pakualaman

6 Tempat Satwa Pusat Penyelamatan Satwa Jogja Paingan, Sendangsari, Pengasih Rehabilitasi Satwa, Taman Biologi

7 Desa Kerajinan Desa Kerajinan Salamrejo Salamrejo, Sentolo. Produk Kerajinan Agel

 

Pantai Anyer Banten

Anyer, Alternatif Tempat Bermain Orang Jakarta
Desiran ombak bersilih ke pantai
disambut alunan nyiur nan melambairembulan megah di atas mahligai
tersenyum melihat kita berdua....
UNTAIAN kata-kata di atas adalah deskripsi keindahan alam Pantai Anyer yang dilukiskan penyanyi negeri jiran, Sheila Majid, dalam lagu Antara Anyer dan Jakarta. Lebih dari satu dasawarsa setelah lagu ciptaan Odie Agam ngetop akhir tahun 1980-an, keindahan itu masih menyatu di Anyer.
SUASANA malam di awal Februari 2005 itu, saat acara pembukaan Media Fun Tour 2005 di Hotel Mambruk, memang tak seindah penggambaran lagu di atas. Rembulan tidak menampakkan diri, Anyer pun berpayung langit gelap gulita. Segelap kehidupan pariwisata di Anyer pascatsunami Aceh.
Namun, hal itu tak mengurangi keindahan malam di Anyer. Ombak kecil berdebur di sana-sini. Di kejauhan, lampu- lampu petromaks nelayan yang mencari ikan bekerlapan di tengah lautan bak kunang-kunang malam. Angin silir pantai bertiup, menabuh dedaunan pohon-pohon, menimbulkan suara gemerusuDeburan ombak, siliran angin, dan gemerusuk daun bagaikan-meminjam ungkapan Iwan Fals-suara alam yang menghangatkan jiwa. Terlepas dari potensi alam yang ada, awal tahun 2005 ini pariwisata Anyer dilanda kegelapan, seperti gelapnya malam di awal Februari itu.
Meski demikian, kawasan Anyer masih menjadi alternatif "taman bermain" orang-orang Jakarta yang ingin menghirup udara segar. Untuk mencari makan malam di Puncak, Jawa Barat, sudah menjadi hal biasa bagi orang Jakarta. Biasanya setelah ke Puncak, mereka melanjutkan perjalanan ke Bandung atau Sukabumi untuk mencari suasana "lain" dari kepengapan ibu kota RI.
Mengutip data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten, hasil survei secara acak terhadap sembilan hotel di sepanjang kawasan Merak, Anyer, hingga Carita per tanggal 16 Januari 2005 menunjukkan bahwa tingkat hunian hotel di kawasan tersebut rata-rata hanya 11,5 persen.
Bahkan, pada pekan ketiga bulan Januari itu, tingkat hunian sejumlah hotel, seperti Sanghyang Indah Resort dan Nuansa Bali, nol persen. Padahal, masih menurut survei Disbudpar Banten, kedua hotel itu masing-masing berkapasitas 166 dan memiliki 116 kamar.
"Kami tidak mau menuduh, ini gara-gara tsunami. We have to correct ourselves. Kami positive thinking dan tak lagi beranggapan bahwa wisata sepi karena tsunami," ungkap Ashok Kumar, Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Serang, di sela-sela acara Media Tour Fun 2005.
Sepinya kunjungan wisata ke Anyer pascatsunami juga memukul usaha rakyat kecil setempat yang bergantung pada sektor pariwisata, seperti pedagang kaki lima, pemilik rumah atau kamar sewa, tempat mandi atau kamar bilas, tukang pijit, jasa penyewaan tikar, dan penyewaan perahu nelayan.
"Pada malam Tahun Baru 2004, kami mendapat penghasilan Rp 800.000 hanya dari menyewakan kamar mandi. Tahun 2005 ini, cuma dapat Rp 6.000. Padahal, kami sudah mengeluarkan modal untuk memperbaiki kamar mandi dengan menambahkan shower," ungkap Ningsih (25), pemilik saung di pinggir jalan, Kampung Jambangan, Desa Bandulu, Anyer.

BERTOLAK dari keterpurukan pada awal tahun 2005 ini, berbagai upaya ditempuh para pengelola industri pariwisata di Anyer untuk berbenah diri. Langkah tersebut diawali dengan mengundang Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) di Hotel Sol Elite Marbella pada 17 Januari 2005 untuk meyakinkan bahwa Anyer dan kawasan pantai barat Banten relatif aman dari gempa bumi dan tsunami.
Upaya berikutnya adalah mengundang wartawan untuk memperkenalkan potensi wisata di kawasan tersebut, yang dikemas dalam acara Media Tour Fun 2005 selama dua hari. Menurut Ashok Kumar, acara tersebut digelar untuk mencanangkan tekad bahwa potensi wisata di Anyer tidak hanya dijual pada akhir pekan, tetapi juga pada hari-hari biasa (week days).


"Pada akhir Desember lalu, angka kunjungan wisata mulai menurun, tetapi mulai Februari ini mulai menaik lagi. Kami menjual tujuan wisata, bukan menjual hotel," kata Ashok. Dengan acara itu, PHRI Cabang Serang berusaha meyakinkan variatifnya obyek tujuan wisata di Anyer dan Cinangka.
Mereka, misalnya, memperlihatkan kesenian tradisional dalam pesta makan malam di Hotel Mambruk; beberapa hiburan malam, seperti karaoke dan disko, di Hotel Nuansa Bali; serta fasilitas spa di Taman Sari Heritage Spa, Sanghyang Indah Resort, yang diklaim pengelolanya sebagai spa pertama di Banten.
Menurut catatan, selama mengikuti acara yang juga dihadiri puluhan wartawan itu, upaya promosi tersebut lebih cenderung memamerkan hotel- hotel dengan segala fasilitasnya ketimbang memperkenalkan potensi lain di luar wisata pantai, khazanah kehidupan sosial dan budaya masyarakat, serta warisan sejarah yang terpendam di Anyer.
Peserta, misalnya, tak diperlihatkan jejak-jejak sejarah yang bisa memperkaya potensi wisata pantai di Anyer, seperti Menara Mercu Suar peninggalan Raja Willem III yang dibangun tahun 1885. Atau, keragaman masyarakat pesisir di Kampung Cikoneng, komunitas warga Lampung yang terbentuk sejak Kesultanan Maulana Hasanuddin (1552-1570).

Tanpa variasi dan sentuhan yang inovatif, wisata Pantai Anyer lambat laun akan menimbulkan kejenuhan. Untunglah, mulai pertengahan tahun 2004 telah berdiri Lembah Hijau Bandulu, area berbukit seluas tujuh hektar yang disulap menjadi arena petualang di alam bebas dengan berbagai alat ketangkasan.
"Dengan variasi ini, Anyer bukan hanya dikenal dengan pantainya, pasir putih, atau sunset-nya," kata Fazar Maulana, Senior Manajer Pondok Layung Resort, yang mengelola Lembah Hijau Bandulu. Sekalipun demikian, kesan Anyer sebagai obyek wisata yang hanya menjual pantai masih melekat di benak kaum wisatawan.
Beberapa pengelola biro perjalanan dan travel mengemukakan, rendahnya minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Anyer disebabkan obyek wisata di kawasan tersebut yang "pantai melulu".

"Wisatawan lebih memilih Bali atau Yogyakarta, baru setelah itu Lombok untuk berlibur. Orang (Banten) sini saja memilih berlibur keluar dari Banten," ujar Anton Juniko, Senior Ticketing pada biro travel PT Bayu Buana Tbk, Cilegon.
Kenyataan itu disadari sepenuhnya oleh pengelola industri pariwisata di Anyer. "Memang berbeda dengan Bali. Everything in Bali is tourism. Di sini tidak fokus, ada industri, ada pertanian, dan sebagainya," kata Ashok yang juga mengakui masih rendahnya nilai jual dan daya pikat pariwisata di Banten, termasuk Anyer.Anyer dulu berbeda dengan Anyer sekarang. Begitulah paparan Adhy Asmara DR dalam buku Banten, Pesona Wisata Zamrud Katulistiwa. Ia menulis, dulunya sepanjang Pantai Anyer merupakan pantai yang landai. Separuh pantai berdasar hamparan karang, separuhnya lagi berdasar pasir.
"Semula sepanjang kawasan wisata Anyer ini dirimbuni oleh ratusan batang kelapa yang berjajar sepanjang bibir pantai, tetapi kini telah berganti dengan jajaran bangunan-bangunan bertembok beton," tulisnya lagi.
Jika kita menyusuri sepanjang kawasan pantai barat Banten, mulai Anyer hingga Carita, tampak jelas bahwa seluruh kawasan pantai itu telah terpagari sehingga area tersebut seperti tertutup bagi publik. Tentu saja, hal itu dikecualikan bagi mereka yang mau dan sanggup membayar. (dikutip dari www.kompas.com)

Permainan DEBUS
Hutan Bakau dan Terumbu Karang di Pulau Sangiang M
Anyer, Alternatif Tempat Bermain Orang Jakarta
Plt. Gubernur Banten Hadiri Pre-Launching Rencana Penerbitan Buku “Banten's Discovery“



Pesona Wisata Anyer
Obyek Wisata dan Alam di Banten
Sekilas Tentang Wisata Serang
FESTIVAL CISADANE
Hindari Berenang Di Daerah Terlarang
Menggali Potensi Wisata (II)
sumberanten.go.id

CopyRight © 2006 Pemerintah Provinsi Banten

 

Agro Wisata Kebun Kopi Jampit Kalisat Jember

KAWASAN wisata Kebun Kalisat-Jampit memang unik dan mengandung tantangan tersendiri. Dari aspek akses masuk menuju lokasi wisata itu saja sudah menimbulkan rasa ingin tahu pengunjung, belum lagi lokasi yang tersembunyi dan terpencil di sekitar dataran tinggi Ijen. Perkebunan kopi ini dengan mudah bisa diakses dari jalan raya jalur Kota Bondowoso- Kabupaten Situbondo.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer, kita akan menjumpai pertigaan Gardu Atak. Dari pertigaan tersebut, kita berbelok ke arah timur melewati Sukosari. Dari sana, lalu berbelok ke arah utara untuk kemudian melanjutkan perjalanan yang berkelok- kelok menuju Perkebunan Kopi Arabika Kalisat–Jampit yang terletak di Kecamatan Sempol, Kabupaten Bondowoso.

Dari Gardu Atak menuju Kebun Kalisat–Jampit, terbentang jarak sepanjang 43 kilometer. Di sepanjang perjalanan, panorama perkebunan, baik itu perkebunan cokelat atau tebu, sangat mendominasi. Selain itu, udara sejuk khas pegunungan akan segera menyergap begitu sampai di jalanan menuju lokasi kebun.
Kalau Anda pergi ke sana naik kendaraan atau angkutan umum, hanya ada satu jenis angkutan yang bisa dipakai, yakni kendaraan angkutan pedesaan seperti mikrolet dengan ongkos Rp 6.000 per orang, sampai ke perkebunan.
Namun, perlu diingat, angkutan tersebut merupakan angkutan pedesaan sehingga bagi pengunjung yang memiliki jiwa petualang, harap memahami jadwal keberangkatan dan kedatangan angkutan yang serba tidak pasti.

ADMINISTRATUR Kebun Kalisat–Jampit Syuhadak menceritakan, obyek Wisata Agro Kalisat–Jampit Arabika Home Stay atau lebih dikenal sebagai Kebun Kalisat-Jampit dan biasa disingkat menjadi Kaja itu memiliki sejarah tersendiri.
Tempat itu pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1900-an dengan nama Davit Bernie Administrate Kantoor. Pada tahun 1955 berubah nama menjadi Landbouw Matschappij oud Djember. Kemudian pada tahun 1958, kebun tersebut diambil alih atau dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia. Di tahun 1961 dinamai PPN Kesatuan Jawa Timur VII. Tahun 1963 berubah lagi menjadi PNP XXVI.
Tahun 1972 berubah menjadi PT Perkebunan XXVI (Persero). Dengan pergantian pemerintahan, sejak tahun 1996 sampai sekarang, lalu menjadi PT Perkebunan Nusantara XII.

Berdiri di atas lahan seluas 3.105,40 hektar, perkebunan yang menawarkan kopi arabika sebagai komoditas wisata andalan itu terletak pada ketinggian 1.100-1.550 meter di atas permukaan air laut. Karena tingkat elevasi yang berbeda- beda itulah, cita rasa setiap varietas kopi yang dihasilkan menjadi beragam dan khas.
Karena tingkat elevasi yang lumayan tinggi itu, di kala musim pancaroba, dari musim hujan ke musim kemarau, suhu bisa menjadi sangat rendah, sampai empat derajat Celsius pada dini hari.
Syuhadak menuturkan, awal ide mendirikan tempat wisata Kebun Kalisat-Jampit itu adalah kebanggaan karena kopi yang dihasilkan merupakan kopi khusus yang sudah dikenal sejak zaman dulu, yaitu kopi yang dikenal sebagai kopi jawa atau java coffee yang tidak akan ditemui di tempat lain
Yang ditanam di sana pun kopi jenis yang sudah dikenal di dunia perdagangan kopi arabika internasional, seperti kopi jenis tibika, kartika I dan II, serta jenis usda.
Namun, yang lebih mendukung terwujudnya ide pendirian kebun itu adalah hasil pengamatan petugas PT Perkebunan Nusantara XII, banyak wisatawan asing, terutama asal Perancis, betah berlama-lama tinggal di kawasan itu. Terutama karena di puncak kawasan itu terdapat kawasan Kawah Ijen yang indah.

Para wisatawan betah berada di kawasan itu karena kawasan tersebut terkenal sebagai kawasan yang sejuk dan tenang. "Wisatawan Perancis itu sangat menyukai suasana alam dan ketenangan," katanya.
Berawal dari temuan itulah, PT Perkebunan Nusantara XII lantas membangun beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan pengunjung. Di antaranya berupa 19 buah kamar home stay dan 5 buah kamar Jampit Guest House. Sarana akomodasi juga dilengkapi kolam renang, kolam pancing, dan lapangan tenis.
Wisatawan Perancis memang yang tercatat terbanyak. Tahun 2001, wisatawan Perancis yang datang sekitar 657 orang, meningkat di tahun 2002 menjadi 954 orang. Tahun 2003 menjadi 413 orang dan meningkat lagi menjadi 924 pengunjung pada 2004. Wisatawan asing lainnya fluktuatif antara 200-an sampai 300-an per tahun.
Yang membanggakan adalah jumlah kunjungan wisatawan lokal yang terus meningkat. Tahun 2001 tercatat sebanyak 1.863 orang. Tahun 2002 1.336 orang, tahun 2003 sebanyak 1.486 orang, dan tahun 2004 ada 1.546 orang.

SALAH satu tawaran paket wisata yang tidak bisa dilewatkan begitu saja adalah tur pabrik dan tur kebun. Dengan mengikuti kedua tur tersebut, pengunjung bisa menyaksikan aktivitas kerja keseharian sehingga bisa mengetahui proses panen dan pascapanen.
Syuhadak menuturkan, tur kebun paling bagus dilakukan pada bulan-bulan panen raya kopi arabika, yaitu sekitar bulan Juli-Agustus. Saat-saat itu, wisatawan bisa turut merasakan menjadi petani kopi yang memetik bijih kopi.
Melewati proses pemanenan merupakan pengalaman tersendiri yang menyenangkan. Mulai dari pendataan pemetik, tahap pemetikan, tahap pemisahan biji kopi berwarna merah dan hijau, hingga penyerahan hasil petikan ke pabrik.
A Mahmudy, sinder pabrik di lingkungan Kebun Kalisat– Jampit sebagai pemandu, akan mengantar wisatawan melihat bak-bak pemisah bijih kopi hingga ke pengolahan. Proses diawali dengan pemisahan bijih merah dengan hijau. Bijih hijau langsung diproses, sedangkan bijih merah dipisahkan antara bijih tenggelam dan bijih rambangan.
Bijih-bijih itu lalu difermentasi selama 36 jam lalu ditiriskan selama 12 jam. "Proses fermentasi dan penirisan merupakan faktor penentu awal kualitas bijih kopi," katanya. Berikutnya lalu dijemur di bawah sinar matahari selama 9–10 hari sampai kadar air 36 persen. Dilanjutkan dengan pengeringan mekanik, 36–48 jam sampai kadar air 11 persen.
Bijih kopi kemudian disimpan, disortir, disangrai, kemudian dipak.
Penyimpanan dan pengepakan yang tepat akan menimbulkan cita rasa khas kopi tercipta. Sekitar 90 persen produk diekspor ke luar negeri dan sisanya untuk suplai.

Dikitari pemandangan alam yang elok dan kekhasan tradisi masyarakat petani kopi menjadikan Kebun Kalisat–Jampit salah satu areal romantis di dataran tinggi Ijen. Sungguh suatu perjalanan wisata yang unik dan berbeda.

SUmber : Kompas (Helena Fransisca Nababan)